Sabtu, 10 Maret 2012

fanfiction yang tertunda part 1

Believe

Author : vhedumints
Main cast : Lee Taemin ,Park Heoyun ,Lee Jinki
Support cast : Shin Yoonha ,dll *liat aja nanti dah*
Genre : romance ,friendship *duh ,yang mana ya*
Lenght : sequel *masih ragu jga mo buat berapa sih.*

Miiaaannn .. ini ff pertama ku. Jadi mian ya kalo ada yang GAJE .. hhe
Happy Reading !
No silent reader . komen anda sangat berharga .. *jiaah.alay*

Part 1

Aakhh ! menyebalkan terjebak ditempat ini ! hampir setiap hari mendengar ceramah ,agar bisa terlepas dari hal-hal yang sudah tidak asing bagi ku ,yang membuat ku candu.
Seandainya saja waktu itu ia tidak memberitahu pada orang tuaku ! huh
Benci sekali rasanya ,apabila mengingat kejadian waktu itu ! aku membencinya ! sangat membencinya. Padahal dulu aku kira ia bisa mengerti perasaan dan keadaanku. Dia selalu disampingku saat aku membutuhkan seseorang. Sekarang setelah ia berhasil membuatku masuk ke tempat ini ,ia tiba-tiba menghilang.
“huh ,kau kira kau siapa sekarang ?! begitu aku keluar dari tempat ini ,aku akan segera mencarimu! Dan melampiaskannya semua !” gumam heoyun ,ketika ia mengingat masa lalunya.
-FlashBack-
“aku senang kau bisa menemaniku jalan-jalan sebentar. Penat sekali rasanya terus berada dirumah yang rasanya seperti neraka saja. Mereka selalu memperdebatkan sesuatu yang sepele.” Sahutku.
“yah aku turut senang ,bisa selalu berada disampingmu saat kau membutuhkan seseorang.” Jawabnya dengan senyumnya yang khas.
“heoyun-ah ?” panggilnya yang tiba-tiba menghentikan langkahnya.
“hhmm ..” aku berbalik dan menatap jinki.
“ada hal yang ingin ku tanyakan padamu. Tapi ,jawab dengan jujur dan pasti.”
“baiklah ,apa itu ?”
Tiba-tiba ia menarik tangan ku dan memeluk tubuhku yang kecil. “aku ingin tanya apakah kau mau memaafkan ku apabila aku melakukan sesuatu yang menurutmu itu salah ?”
“entahlah .. mungkin aku akan marah. Jadi ,kau harus memberiku alasan yang kuat kenapa kau melakukan hal tersebut.” Jawabku.
Lalu ia melepas pelukannya dan memegang kedua pipiku. “aku sangat menyayangimu ,mungkin sudah melebihi sebagai seorang sahabat. Aku ikut senang bila kau senang ,aku ikut sedih bila kau sedih.”
Omo~ rasanya pipiku mulai panas. Apa sebenarnya maksudnya.
“a-aku juga menyayangimu”. Balasku. Lalu memeluk kembali tubuhnya yang tinggi. Beberapa saat kemudian ia melepaskan pelukan ku dan menggenggam tangan ku.
“aku ingin memintamu satu hal ,ku harap kau bisa melakukannya.” Katanya sambil menatap mataku serius.
“apa ?”tanyaku.
“bisa kah kau berhenti menggunakan barang terlarang tersebut ?”
-End of FlashBack-

Ya ,aku park heoyun seorang pemakai yang sudah memakai barang-barang ini selama 8 bulan lebih. Sekarang aku sedang menjalani rehabilitas. Di rehabilitas ini banyak juga orang-orang yang mengalami hal yang sama dengan ku ,bahkan ada yang sudah lebih lama menjadi pemakai. Tapi ,sayang katanya hidupnya sudah tidak lama lagi. Aku tak ingin hal seperti itu terjadi padaku ,tetapi saat aku memikirkan kembali semua masalah ku seperti ingin mengakhiri hidup saja sekarang. Mungkin bisa dikatakan beruntung ,karena aku masih sering dikunjungi oleh ajusshi dan ajumma. Orang tuaku ?! hah ,mereka sepertinya sudah tidak peduli dengan anak satu-satunya ini. Tidak seperti pemakai yang lain yang berada direhabilitas ini ,malah ada yang sama sekali tidak ada lagi keluarganya atau sudah dicampakkan.
Tapi ,tetap saja itu tidak menghiburku sepenuhnya. Hidupku juga hancur ,keluargaku hancur. Appaku selingkuh dan ummaku juga begitu. Mereka hampir tak pernah dirumah. Saat dirumah pun serasa dineraka ,mereka selalu berkelahi bahkan sampai memukul. Semua itu membuatku gila ! nilai-nilai ku hancur ,sering melakukan kriminal ,pergi ke club dengan teman-temanku ,dan memakai obat-obat terlarang.
*********
Ahh ,silau. siapa yang membuka gordennya. Dengan susah aku berusaha mengumpulkan nyawaku dan duduk untuk melihat siapa orang yang sudah berada didepanku.
“selamat pagi . bangun lah ,mandi dan sarapan. Kau ingat ini hari terakhirmu direhabiliatas ini.” Kata perawat tersebut sambil tersenyum dan berlalu keluar kamar.
Dengan setengah sadar aku segera mandi ,setelah itu berkemas-kemas. Karena ini hari terakhirku direhabilitas ini. Yeah ! akhirnya aku bebas kembali ,keluar dari tempat ini.
*********
“ahh ,chukkae heoyun-ah. Pasti kau senang sudah bisa pulang.” Kata kepala perawat tersebut kepadaku sambil menepuk pundakku saat aku ,ajusshi dan ajumma akan segera pulang.
“ne” jawabku sambil tersenyum miring dan sedikit membungkuk.
“gomapsumnida sudah merawat heoyun selama ini. Kami akan merawat dan mengawasinya sekarang. Anneyoung hikaseoyo” sahut ajumma sambil membungkuk dan kami pun meninggalkan tempat rehabilitas ini.
*********
“selamat datang di rumahmu yang baru heoyun-ah. Sekarang kami yang akan merawat dan menyekolahkanmu.” kata ajusshi kepadaku sambil merangkulku.
“gomawo ,ajuhssi” kata ku sambil tersenyum sedikit terpaksa.
“sekarang ayo ,ajumma akan menunjukkan kamarmu.” sahut ajumma tersenyum sambil berjalan menuju lantai dua disusul aku. “ini dia kamarmu.” kata ajumma begitu sampai disebuah kamar di lantai dua yang bersih dan sangat rapi berbeda jauh dengan kamarku yang dulu yang begitu berantakan sama seperti hidupku.
“jeongmal gomawo ,ajumma” kataku.
“sekarang istirahatlah. Besok kami akan mengantarmu ke sekolahmu yang baru” sahut ajumma tersenyum sambil menutup pintu.
“ne,ajumma” balas ku cepat.
Begitu ajumma menutup pintu. Langsung ku hempaskan tubuhku ke tempat tidur yang sangat empuk. Pikiranku melayang memikirkan semua yang sudah terjadi dalam hidupku. Pahit sekali ku rasa. Ingin sekali rasanya tidak pernah terjadi semua hal buruk yang terjadi dimasa laluku. Mungkin sekarang waktunya aku berubah. Aku sudah tidak sendirian lagi ,sekarang sudah ada ajusshi Lee joon dan ajumma Cin Rae yang memperhatikanku. Maklum mereka sangat baik padaku ,karena mereka tidak mempunyai keturunan ,makanya bagi mereka aku dianggap sebagai anaknya.
*********
Kkkrrrriiiinngg ..... krrriiiinnggg ....
Aiishh. Ribut sekali. Sejak kapan alarm ini ada dimeja. Kepala rasanya sakit sekali lagi ,seperti habis terbentur sesuatu yang keras. Membuatku harus duduk dan berdiri dengan susah payah.
“heoyun-ah ,bangun ,segeralah mandi dan turun ke bawah untuk sarapan. Jangan terlambat di hari pertamamu masuk sekolah. Oh ,iya seragam sekolahmu juga sudah ada didalam lemari” teriak ajumma dari bawah.
“ ne .. ne ,ajumma” teriakku sambil berlalu ke kamar mandi dengan malas.
Selesai mandi ,aku melihat diriku dalam pantulan cermin yang sudah mengenakan seragam baruku. “hhm ,sepertinya aku jauh lebih kurus sekarang. Tentu saja karena aku tidak pernah lagi memperhatikan keadaan tubuhku dulu. Rambutku juga sudah pendek sebahu ,tidak seperti dulu yang panjang dan lebih suka ku gerai saat aku masih menjadi anak yang baik-baik. Entah kenapa aku teringat sakit kepalaku tadi pagi ,seperti ada yang aneh. Ahh ,mungkin cuma perasaanku saja” gumamku dalam hati.
“anneyoung ,heoyun-ah. Apakah kau tidur dengan nyenyak ?” tanya ajusshi yang sedang membaca koran dengan kacamatanya di meja makan.
“ne ,ajusshi. Cuma entah kenapa tadi pagi waktu bangun kepala ku sakit sekali.” Jawabku.
“apakah kau sakit heoyun-ah ?” tanya ajumma khawatir sambil mengelus rambutku .
“hhm ,mungkin cuma sakit kepala biasa ,tidak apa-apa ,ajumma.” Jawabku menenangkan ajumma.
“ya ,sudah sekarang kau sarapan dan ajusshi yang akan mengantarmu ke sekolah nanti” sahut ajusshi.
**********
“kamsahamnida ,ajusshi sudah mengantarku.” Sahutku sambil membuka pintu mobil lalu sedikit membungkuk.
“ne ,heoyun-ah. Maaf tidak bisa mengantarmu sampai masuk karena aku harus segera ke kantor. Tapi ,sepertinya kepala sekolahmu sudah menunggu di depan gerbang karena aku sudah menghubunginya tadi.” Sahut ajusshi.
“ne ,gwencana ,ajusshi.”
“baiklah sampai jumpa ,heoyun-ah. Nanti jam 2 ajusshi akan menjemputmu kembali. Belajar yang baik ,ya”
“ne ,ajusshi. Hati-hati di jalan.” Sahutku sambil melambaikan tanganku.
Huft ,akhirnya aku melakukan kembali rutinitas ku yang dulu ,yang ku anggap sangat membosankan ini. Aku melangkah masuk sambil melihat tulisan nama sekolah ini.
“hhm .. SMA Chung Dam ,ya namanya. Kata ajusshi ini sekolah yang termaksuk disiplin sekali. Hhm ,apa iya sekolah ini bisa membuatku tunduk dengan peraturan-peraturannya.” Gumamku ,sambil terus berjalan.
“akkhh !” teriakku. Buku-buku yang ku pegang pun terjatuh.
“mian .. aku terburu-buru.” Kata seorang namja yang berlari menuju gerbang dan menabrak bahuku.
“YAA ?! huh ,dasar sudah menabrak ,tidak tanggung jawab lagi !” keluhku sambil mengambil buku-buku ku yang jatuh dan kembali berjalan ke depan ruang kepala sekolah.
Tokk .. Tokk .. Tokk
“ya ,masuk.” Seongsaenim dari dalam ruangannya.
“permisi.” Sahutku begitu pintu sudah terbuka.
“Oh ,kamu pasti park heoyun. Saya sudah menunggu anda ,sekarang kita langsung saja ke kelasmu.” Sahut seongsaenim ,lalu mengantarku ke sebuah kelas.

Kim seongsaenim mengantarku sampai ke kelas yang di atasnya ada papan tertulis XI 2.
“selamat pagi ,anak-anak” sahut seongsaenim kepada semua siswa yang berada di dalam kelas.
“selamat pagi ,seongsaenim” balas siswa yang sudah bediri ditempat duduknya masing-masing.
“sekarang kita kedatangan siswa baru ,silahkan perkenalkan dirimu.” Kata seongsaenim.
“ne .. anneyoung .. park heoyun imnida. Mohon kerjasamanya” sahutku dan membungkuk berusaha seramah mungkin.
“baiklah ,sekarang kau bisa duduk disana” kata seongsaenim ,sambil menunjuk bangku kosong yang berada dua baris dari depan.
“ne ..” kataku dan berjalan ke bangku yang ditunjuknya tadi. Namja yang menjadi teman sebangku ku sepertinya tidak asing ,rambutnya dicat pirang keemasan dan sedikit berpotongan seperti jamur, tapi sayang aku tidak bisa memperhatikannya lebih dekat ,karena ia membenamkan mukanya dalam tangannya yang ia lipat diatas meja.
“anneyoung ,heoyun-ah.” Sahut seseorang dari belakangku sambil menepuk pundakku.
“ahh ,anneyoung” balas ku yang sedikit kaget.
“hhe .. maaf mengagetkanmu. Shin Yoonha imnida. Kau bisa memanggilku yoonha.” Kata seorang yeoja dengan tubuhnya yang tidak terlalu tinggi dan dengan senyum yang ramah.
“hhm ,kamu pindahan ,ya ?” tanyanya lagi.
“ahh ,begitulah.” Jawabku singkat karena memang aku malas menjawab pertanyaan seperti ini. Tidak mungkinkan kalau aku bilang aku dikeluarkan dari sekolah karena ketahuan menjadi pemakai dan melakukan hampir semua tindakan-tindakan kriminal.
“Oo .. hhm ,kau pasti belum mengenal anak-anak disinikan ?” sahutnya.
Aku mengangguk.
“baiklah ,aku akan memperkenalkan mereka satu-satu” katanya lalu ia mulai menunjuk siswa-siswa yang berada dikelas.
“yang disudut sana itu namanya kim jonghyun ,lee jinki ,choi minho dan kim keybum” tunjuk yoonha kepada empat siswa yang berada disudut ruangan yang kelihatannya sedang asyik bercerita. “terus itu ......” lanjutnya. Blaa..bllaaa..bllaa
“tidak mungkinkan aku bisa langsung mengenali mereka satu-satu dalam waktu satu hari.” Gumamku dalam hati.
**********
Tengg .. Tengg .. Tengg
“ah ,akhirnya sekolah selesai juga” kataku dalam hati.
Tapi ,aku mulai memperhatikan kembali sosok yang duduk disampingku dari tadi. Selama pelajaran ia tidak pernah sekalipun bangun ,bergerak atau apalah walaupun ada seongsaenim yang sedang mengajar ,anehnya seongsaenim juga tidak menegur. iih ,jangan-jangan ni orang dah mati. Tapi ,perlahan-lahan ia mulai bergerak dan bangun, aku masih belum bisa melihat wajahnya karena ia masih menunduk dan mengusap wajahnya. Mungkin karena ia merasa seperti ada yang memperhatikannya ia langsung berbalik dan melihatku.
“Yaa ?! apa yang kau lihat ?!” katanya dengan ketus.
Tunggu dulu ,aku ingat sekarang ! dia yang menabrakku tadi pagi dan langsung pergi !
“YAA ! ternyata kau yang sudah menabrakku tadi pagi ! Dasar tidak bertanggung jawab ! gara-gara kau semua buku ku jatuh dan bahuku juga jadi keseleo !” balas ku tidak kalah sengit.
“Kenapa kau jadi berteriak padaku ?! kau juga salah karena menghalangi jalan ku ! lagipula aku sudah langsung minta maaf !” katanya lagi dengan nada bicara yang mulai meninggi.
“Kau juga berteriak ! Menghalangi kau bilang ?! Emang jalan di sekolah punyamu apa ?!” balasku lagi yang sudah dengan nada tinggi.
“Aiisshh ! aku malas berdebat denganmu !” katanya ketus sambil menyibakkan tangannya dan segera pergi.
“Cihh ,dasarr .. memang siapa dia mau seenaknya saja.” Cibirku saat dia sudah pergi dan segera ke gerbang sekolah.

“Aissh ,dimana ajusshi ? katanya mo jemput jam 2 siang. Sekarang sudah jam 2.45. mana aku belum tau jalan pulang kalau di daerah sini. Sekolah sudah sepi lagi. Ya,sudahlah ku tunggu saja dulu.” Keluhku dalam hati.
Tidak berapa lama..
“haii ,kamu kenapa masih disini sendirian ?” seseorang bertanya padaku dari belakang. Aku berbalik dan sontak terkejut melihat siapa yang menegur ku tadi !! orang ini ,kenapa dia bisa berada disini !
“YAA ?! kau ?!” Teriakku depan mukanya. Dia juga kelihatan sangat terkejut melihat siapa yang barusan dia tegur. Langsung saja dia segera berjalan dengan cepat dan meninggalkanku.
“YAA ! kau akan meninggalkanku sekali lagi tanpa memberiku ALASAN ,hah ?!” Teriakku, begitu aku melihatnya pergi dan menghentikan langkahnya begitu mendengar teriakanku. Dia sepertinya ingin membalas teriakanku tadi yang masih dengan posisi membelakangiku ,tapi sepertinya dia mengurungkannya dan segera berbalik ,menarik tanganku sehingga aku jatuh dalam dekapannya. Dekapan yang sangat aku sukai dulu dan ku rindukan. Tapi ,dengan cepat aku mendorongnya menjauh berusaha lepas dari dekapannya.
“Kau kira aku bisa meMAAFkanmu dengan begitu saja! Asal kau tau SAKIT yang ku rasa saat aku tau kalau kau yang memberitahu orang tuaku kalau aku sudah memakai obat-obat terlarang ,melakukan hal-hal kriminal ,yang malah bukan membuat mereka ataupun aku sadar justru memperBURUK masalah !! orang tuaku saling menyalahkan dan bercerai ,akhirnya aku juga harus menjalani rehabilitas selama hampir 2 tahun ! dan kemana kau selama itu ,HAH ?!! KAU yang menyebabkanku menjalani masa-masa sulit ku SENDIRIAN !! sekarang kau tiba-tiba muncul kembali seperti membuka luka lama ! kau tau sekarang ? kalau aku SANGAT memBENCIMU ,jinki !!” Kataku sambil menunduk dan mengepalkan tanganku ,berusaha menahan emosi dan air mataku. Benar-benar sakit. Dia hanya bisa menatapku nanar dengan muka bersalah dan sedih.
“mianhe ,heoyun-ah .. jeongmal mianhe. Aku tak bermaksud melakukan itu semua padamu. Aku hanya ingin kau berubah ,tetapi ternyata caraku yang salah. aku juga tak bermaksud meninggalkanmu menghadapi semuanya sendirian, aku sangat ingin berada disampingmu saat-saat itu, tetapi ketika orang tuaku tahu tentang kau dan aku ,mereka langsung tidak menyukainya dan mengirimku sekolah ke London. Waktu itu aku tak bisa mengelak ,karena ternyata mereka memang sudah mempersiapkannya sudah lama. Aku juga selalu berusaha mencarimu setiap aku kembali ke Seoul ,tetapi tidak ada yang bisa memberiku informasi dimana keberadaanmu. Jeongmal mianhe heoyun-ah ..” jawabnya dengan suara lirih dan berusaha menatapku dalam-dalam. Dia berjalan berusaha mendekatiku lagi. Tetapi aku langsung mendorong tubuhnya.
“aku tetap tidak akan pernah bisa menerima kenyataan ini Lee Jinki. Sekarang anggaplah kita tidak pernah saling mengenal.” Balasku  dan segera pergi. Ia menangkap tanganku ,tetapi langsung ku tepis dengan kasar.
“apakah kau benar-benar tidak bisa memaafkanku ,walau aku sudah memberimu Satu-satunya Alasanku ?!” teriaknya. Tetapi aku tetap berlalu. Setelah lumayan jauh dari sekolah ,aku mulai merasakan ada sesuatu yang membasahi pipiku. Aku menangis. Aku sudah tak sanggup menahannya lagi. Padahal sebelumnya aku tak pernah menangis. “ada apa denganmu heoyun, kenapa kau menangis. Padahal kau orang yang kuat.”gumamku dalam hati berusaha kuat.  Air mataku mengalir deras ,membuat pandanganku mulai kabur dan ....
Ciiiittt ... Brruukkk
TBC

Tidak ada komentar:

Posting Komentar